KhotbahMinggu 7 Juni 2020 di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya" (Flp. 3:10). namun juga dihubungkan dengan Anak (Yoh 1:3) dan Roh Kudus (Yes 40:13). Dengan demikian, seluruh pengertian tentang keselamatan Kristen dan penerapannya pada pengalaman manusia tergantung pada ketritunggalan Allah. Begitu penting maknanya
Khotbahpengucapan syukur kematian. Kata mutiara kristen katolik untuk orang meninggal dan keluarga yang ditinggalkan. 40 contoh ucapan belasungkawa islam kristen dan sahabat update. Doa untuk orang meninggal katolik kirim doa ucapan kata penghiburan ayat alkitab arwah 40 hari setelah meninggal menurut katolik contoh doa umat misa arwah
Disadurdari Renungan Harian Air Hidup, edisi 21 Juli 2014 Baca: 1 Tesalonika 4:13-18 " Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia." 1 Tesalonika 4:14 Kematian seringkali menjadi sebuah berita yang menakutkan dan juga momok yang sangat mengerikan bagi
KenaikanKristus. Topik : Kebangkitan. Nats : Kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah ( Ibrani 4:14) Bacaan : Ibrani 4:9-16. Hari ini merupakan Hari Kenaikan Kristus ke surga -- hari yang sering diabaikan. Hari yang kita peringati setiap 40 hari setelah Paskah ini menandai peristiwa
Kitadapat menghadapi kematian seperti keriangan anak-anak yang pulang sekolah. Seorang penyair tak di-kenal menulis puisi: Suatu hari lonceng akan berbunyi, Suatu hari hatiku akan berdebar-debar Seiring dengan teriakan, sekolah usai, Pelajaran selesai, aku berlari pulang.
Inilahberbagai segi makna penampakan Tuhan Yesus di hadapan umat manusia setelah kebangkitan " ("Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri III" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). Setelah membaca firman Tuhan, akhirnya aku memahami bahwa ada dua makna di balik penampakan Tuhan Yesus kepada manusia selama 40 hari
PenampakanYesus yang berulangkali setelah kematian-Nya membuat para pengikut-Nya bersukacita dan terus ingin bertemu dalam keadaan seperti itu. Namun 40 hari setelah kebangkitan-Nya, sesudah Dia memberikan pesan-pesan terakhir kepada murid-murid-Nya, terangkatlah Dia dan awan menutupi-Nya dari pandangan mereka.
B5s6RB. Lori Official Writer Salah satu sejarah pelayanan Yesus yang paling signifikan adalah 40 hari setelah kebangkitan-Nya dari kematian. Dia melakukan perjalanan dan berbicara ke banyak orang di daerah-daerah yang pernah dilayaniNya. Dan ribuan orang menyaksikan pemulihan di tubuh-Nya. Selama 40 hari Yesus menunjukkan kepada dunia bahwa Ia hidup kembali. Meski hal itu adalah bagian dari mujizat Ilahi, masih banyak pula orang-orang yang memperdebatkan kebenaran itu. Jika Dia sendiri sudah mengetahui hal itu akan terjadi, lalu mengapa Dia harus tinggal selama itu di bumi sebelum terangkat ke surga? 1. Membuktikan bahwa Yesus benar-benar bangkit dari KEMATIAN Satu alasan mengapa Yesus masih tetap tinggal di dunia selama lebih dari satu bulan setelah kebangkitan-Nya adalah untuk mendemonstrasikan kepada para pengikut-Nya bahwa Dia benar-benar hidup. Para pengikut tahu bahwa penguasa Roma telah membunuh Yesus, dan bahkan tubuh-Nya telah diturunkan dari salib dan dibaringkan di dalam kubur. Dan ketika itu terjadi, mereka dipenuhi dengan keputusasaan dan ketakutan; banyak dari mereka yang kemudian bersembunyi. Padahal mereka benar-benar percaya bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan, dan saat mengetahui Yesus sudah mati mereka menjadi hilang harapan. Mereka lupa akan janji Yesus bahwa Dia akan bangkit dari kubur. Dan ketika Yesus menampakkan diri di antara mereka setelah kebangkitan itu, hidup mereka berubah. Mujizat terbesar dalam sejarah dunia baru saja terjadi Yesus Kristus bangkit! Selama 40 hari itu, Ia menampakkan diri kepada sebagian besar murid-murid-Nya untuk membuktikan bahwa Ia telah bangkit dari kematian oleh karena kuasa Allah. Lebih dari dua dekade berikutnya, Rasul Paulus menulis bahwa, “..Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa diantaranya sudah meninggal 1 Korintus 15 6”. 2. Mengingatkan murid-murid tentang misi yang akan mereka kerjakan Yesus telah mengajar murid-murid-Nya selama tiga tahun. Tetapi dimasa yang singkat itu, Yesus harus mengulang kembali pengajaran yang Dia sampaikan itu kepada mereka dan menjelaskan tentang nubuat kebangkitan yang tertulis dalam Perjanjian Lama Lukas 24 27. Dia juga mengajak mereka untuk segera menjalankan misi pekerjaan-Nya. Tetapi sebelum mereka terburu-buru melakukan hal itu, Yesus mengingatkan untuk menunggu tercurahnya kuasa Roh kudus Kisah Para Rasul 1 4. Kehadiran Roh Kudus menjadi penggenapan janji Allah bahwa setelah Yesus terangkat ke surga Dia akan menghadirkan seorang penolong. Mereka harus dipenuhi Roh kudus sebelum memulai pelayanan mereka di seluruh dunia Lukas 3 21. Yesus mengingatkan para murid-murid-Nya untuk pergi melayani, memuridkan kembali, membaptis mereka dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus Kisah 2 38; 22 16; Efesus 4 5; Kolose 2 12, dan mengajar mereka melakukan kehendak Allah. Baca Juga Inilah 6 Pesan Penting Kenaikan Yesus Bagi Orang Percaya 3. Mengajarkan tentang pentingnya tiga unsur utama dalam pelayanan para murid Sebelum terangkat ke surga, Yesus mengajarkan para murid tentang tiga unsur penting yang harus mereka terapkan dalam pelayanannya, yaitu pentingnya komunitas dan kepemimpinan 1 Korintus 12 27, akan muncul penulis-penulis Injil yang dipenuhi Roh Kudus untuk menuliskan Perjanjian Baru sebagai pelengkap kitab Perjanjian Lama yang telah ada, serta pentingnya Perjamuan Kudus Lukas 24 1-35. 4. Menyadarkan para murid bahwa Yesus tetap setia meskipun mereka tidak setia Saat masa-masa penderitaan Yesus, banyak murid yang kemudian menyangkali Dia. Mereka semua lari dan takut. Tak seorang pun yang setia menunggui Yesus saat Dia disalibkan, kecuali kaum perempuan. Dan ketika Yesus menampakkan diri-Nya setelah kebangkitan, Dia ingin menyatakan bahwa Dia telah mengampuni mereka. Mereka merasa malu dan takut atas tindakan pengecut mereka, namun Yesus justru mengampuni dosa mereka. Di saat Yesus bertemu Simon Petrus, tidak kebetulan bahwa Yesus juga menanyakan pertanyaan yang sama kepada dia sebanyak tiga kali Yohanes 21 1-19. Yesus masih tinggal di bumi selama 40 hari untuk mengajar murid-murid-Nya dan mempersiapkan mereka untuk tugas memberitakan tentang Kristus ke seluruh dunia. Selain itu, Yesus juga melakukan banyak hal-hal lainnya selama kesempatan itu. “Masih banyak hal-hal lain yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus dituliskan itu.” - Yohanes 21 25 Baca Juga Apa Gunanya Kenaikan Yesus Bagi Kita? Kamu diberkati dengan artikel-artikel kami? Mari dukung kami untuk terus menghasilkan konten-konten terbaik di website ini dengan menjadi mitra Buat kamu yang tergerak untuk bergabung yuk. DAFTAR DI SINI Sumber Berbagai Sumber/ Halaman 1
Naskah khutbah Jumat ini berpesan, seseorang seharusnya menjadikan informasi wafatnya orang lain sebagai nasihat nyata kematian itu suatu saat akan mendatangi kita. Hal yang lebih layak dicemaskan daripada kematian adalah bagaimana kondisi kita saat mati nanti suul khatimah atau husnul khatimah? Teks khutbah Jumat berikut ini berjudul "Mengajak kepada Kebaikan tapi Diri Sendiri Tak Melakukan?". Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini pada tampilan dekstop. Semoga bermanfaat! Redaksi Khutbah I اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ وَفَّقَ مَنْ شَاءَ مِنْ خَلْقِهِ بِفَضْلِهِ وَكَرَمِهِ، وَخَذَلَ مَنْ شَاءَ مِنْ خَلْقِهِ بِمَشِيْئَتِهِ وَعَدْلِهِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ خَلْقِهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ لِقَائِهِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَلَا شَبِيْهَ وَلَا مِثْلَ وَلَا نِدَّ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ الْقَائِلِ فِيْ مُحْكَمِ كِتَابِهِ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ آل عمران ١٠٢ Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Mengawali khutbah pada siang hari yang penuh keberkahan ini, khatib berwasiat kepada kita semua untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah subhanahu wata’ala, dengan senantiasa berupaya melakukan semua kewajiban dan meninggalkan semua larangan. Kaum Muslimin rahimakumullah, Tema khutbah kita pada siang hari ini adalah “Kematian itu Pasti, Bersiaplah!” Hadirin jamaah shalat Jumat rahimakumullah, Data menunjukkan bahwa beberapa minggu terakhir, angka kematian akibat Covid-19 begitu tinggi. Setiap hari kita disuguhi berita duka. Bahkan kita dapat melihat sendiri dengan mata kepala kita kerabat, teman, dan tetangga kita satu demi satu berguguran. Hadirin, sudahkah kematian demi kematian yang ada di sekitar kita menjadi nasihat bagi kita? Sudahkah takziah yang kita lakukan menjadi tausiah bagi kita semua? Maut adalah kepastian yang tidak dapat dimajukan atau pun dimundurkan barang sesaat pun. Malaikat maut tidak permisi kepada orang yang sehat. Malaikat maut juga tidak minta izin kepada seorang anak atau pun remaja. Ajal tidak menunggu kita sakit. Ajal juga tidak menanti masa tua kita. Jika telah datang waktunya, siapa pun pasti akan menemui ajalnya. Oleh karena itu, persiapan menuju kematian semestinya kita lakukan dalam setiap tarikan nafas kita. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Allah ta’ala berfirman كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَاِنَّمَا تُوَفَّوْنَ اُجُوْرَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَاُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ آل عمران١٨٥ Maknanya “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasan kalian. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya” QS Ali Imran 185. Dalam ayat lain, Allah ta’ala berfirman يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ آل عمران ١٠٢ Maknanya “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim” QS Ali Imran 102. Allah ta’ala juga berfirman وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتّٰى يَأْتِيَكَ الْيَقِيْنُ الحجر ٩٩ Maknanya “Dan sembahlah Tuhanmu sampai yakin ajal datang kepadamu” QS al Hijr 99. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Melalui ayat yang pertama, Allah memberitahu kita bahwa setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian. Dalam ayat yang kedua, Allah memerintahkan kita wafat dalam keadaan Muslim. Dan dalam ayat yang ketiga, Allah memerintahkan kita beribadah hingga ajal menjemput. Diriwayatkan dalam Mushannaf Ibni Abi Syaibah bahwa suatu ketika malaikat Izra’il masuk ke ruangan Nabi Sulaiman alaihissalam dalam rupa seorang manusia. Sang malaikat tiba-tiba memandang lekat-lekat salah seorang yang hadir di majelis Nabi Sulaiman. Setelah malaikat Izra’il keluar ruangan, laki-laki itu bertanya kepada Nabi Sulaiman tentang orang yang memandangnya lekat-lekat. Kemudian Nabi Sulaiman memberitahunya bahwa orang itu adalah malaikat Izra’il. Laki-laki tersebut lalu meminta kepada Nabi Sulaiman agar memerintahkan angin membawanya ke negeri India. Beberapa waktu kemudian, malaikat Izra’il kembali mendatangi Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman bertanya kepadanya Kenapa engkau memandang laki-laki itu dengan lekat? Malaikat menjawab Aku heran, kenapa ia berada di ruanganmu pahahal aku diperintahkan oleh Allah mencabut ruhnya di India. Hadirin, di mana pun kita berada, jika sudah tiba ajal, malaikat maut pasti mencabut nyawa kita. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Yang semestinya ditakutkan oleh seorang Muslim bukanlah kematian. Yang seharusnya dikhawatirkan adalah mati dalam keadaan su’ul khatimah. Seseorang yang di masa mudanya ahli ibadah bukan jaminan akhir hayatnya akan husnul khatimah. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menegaskan إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالخَوَاتِيْمِ رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ Maknanya “Sesungguhnya yang menjadi penentu adalah perbuatan di akhir hayat” HR al-Bukhari. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Janganlah kita menunda-nunda taubat. Saat ini juga kita bertaubat dari semua dosa. Dosa kecil yang dilakukan terus menerus dapat mengantarkan seseorang melakukan dosa besar. Dan dosa besar yang dilakukan terus-menerus dapat menyebabkan seseorang mati dalam keadaan su’ul khatimah. Na’udzu billahi min dzalik. Diceritakan bahwa seorang ulama salaf yang bernama Imam al-Fudhail bin Iyadh rahimahullah memiliki seorang murid yang sedang sakit keras. Menjelang kematian sang murid, Imam al Fudhail menjenguknya dan menuntunnya membaca dua kalimat syahadat. Si murid tidak mampu mengucapkannya. Beberapa kali dituntun, si murid tetap tidak mampu mengucapkan dua kalimat syahadat. Bahkan sang murid kemudian mengatakan Saya terbebas dari dua kalimat syahadat. Sang murid pada akhirnya mati dalam keadaan su’ul khatimah, mati kafir. Imam al Fudhail gemetar badannya dan menangis karena takut kepada Allah ta’ala. Beberapa waktu kemudian, Imam al Fudhail bermimpi melihat muridnya sedang diseret dimasukkan ke dalam neraka. Imam al Fudhail bertanya kepadanya Kenapa hal ini bisa terjadi, apa yang telah engkau lakukan? Sang murid menjawab Wahai guruku, aku dulu sering membicarakan kejelekan teman-temanku dan hasud kepada mereka hingga aku sampai ke keadaan seperti ini dan mati kafir. Hadirin jamaah shalat Jumat rahimakumullah, Demikian khutbah singkat pada siang hari yang penuh keberkahan ini. Semoga bermanfaat dan membawa barakah bagi kita semua. Amin. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ Khutbah II اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ. Ustadz Nur Rohmad, Anggota Tim Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur Baca naskah khutbah lainnya Khutbah Jumat Batal Berangkat Haji, Jangan Bersedih Hati! Khutbah Jumat Ibadah Haji, antara Kebutuhan dan Keinginan Khutbah Idul Adha Tiga Makna di Balik Ibadah Haji
3 Peristiwa Mendebarkan Setelah KematianPertama Alam KuburKedua Hisab Perhitungan AmalKetiga Mizan Penimbangan Amal Materi Khutbah Jumat Peristiwa Mendebarkan Setelah Kematian Oleh Ust. Abdul Halim Tri Hantoro, * Link download PDF materi khutbah Jumat ada di akhir tulisan إِنَّ الْحَمْدَ لِلهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. أَمَّا بَعْدُ عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ. أَمَّا بَعْد Segala puji bagi Allah Ta’ala, Dzat yang Maha Mulia dengan segala kesempurnaan sifat-Nya. Hanya kepada-Nya kita mengabdikan diri, dan hanya kepada-Nya kita memohon rahmat. Allah berfirman, وَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَۚ “Dan taatlah kepada Allah dan Rasul Muhammad, agar kamu diberi rahmat.” QS. Āli ’Imrān 132 Shalawat dan salam semoga tercurah untuk baginda Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. kepada para istri beliau, para sahabat dan segenap umatnya yang berpegang teguh kepada Islam sampai akhir zaman. Mari kita semua berusaha untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah subhanahu wata’ala di mana saja berada, mengiringi setiap kelalaian dan perbuatan dosa dengan kebaikan, niscaya ia akan menghapusnya. Jamaah shalat Jumat rahimakumullah Sebagai orang beriman, bagaimanakah seharusnya kita memandang kehidupan yang di jalani di dunia ini? Salah satu jawabannya adalah bahwasanya orang beriman memandang kehidupan dunia ini berjalan amat singkat. Sebagaimana dalam sebuah sya’ir dikatakan, الْحَيَاةُ… مَا هِيَ إِلاَّ قِصَّةٌ قَصِيْرَةٌ مِنْ تُرَابٍ عَلَى تُرَابٍ إِلَى تُرَابٍ، ثُمَّ حِسَابٌ فَثَوَابٌ أَوْ عِقاَبٌ “Kehidupan…tidak ubahnya ibarat cerita pendek, awalnya dari tanah, kemudian hidup di atas tanah, kemudian kembali ke tanah. Lalu ditegakkan hisab maka ia akan diberi pahala ataukah mendapat siksa.” Allah subhanahu wata’ala menjelaskan dalam firman-Nya akan hakikat kehidupan yang singkat ini, وَمَا هَٰذِهِ ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا لَهۡوٞ وَلَعِبٞۚ وَإِنَّ ٱلدَّارَ ٱلۡأٓخِرَةَ لَهِيَ ٱلۡحَيَوَانُۚ لَوۡ كَانُواْ يَعۡلَمُونَ “Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui.” QS. Al-Ankabut 64 Syaikh as-Sa’di menjelaskan ayat di atas dalam tafsirnya, Allah menceritakan tentang keadaan dunia, bahwasanya ia adalah tempat gurauan hati dan permainan badan, karena Allah menjadikannya hanya sebagai hiasan saja dan tempat kesenangan. Ia pun akan sirna dengan cepat dan segera habis sehingga tidaklah orang yang terlalu mencintainya kecuali ia akan menyesal. Taisir Karimir Rahman fi Tafsir Kalamil Mannan, Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di, 1/635 Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga menjelaskan dalam sabdanya ketika menasihati sahabat Ibnu Umar radhiyallahu anhuma, كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ “Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau musafir.” HR. Al-Bukhari Hadits di atas merupakan landasan agar manusia tidak memiliki angan-angan yang panjang di dunia. Orang beriman tidak sepantasnya menganggap dunia ini sebagai tempat tinggalnya yang abadi. Namun, seyogianya ia menganggap hidup di dunia ini amatlah singkat seperti musafir yang sedang menyiapkan bekal bepergian menempuh perjalanan yang sangat panjang. Jamaah shalat Jumat rahimakumullah Kemudian apakah yang menjadikan perjalanan kehidupan di dunia ini amat cepat? Hal itu terjadi karena adanya kematian. Datangnya tiba-tiba tanpa kenal waktu, tempat, dan keadaan. Menimpa siapa pun dari makhluknya; anak kecil, remaja, dewasa, maupun orang yang sudah lanjut usia. Materi Khutbah Jumat Tamhish, Ujian dalam Meraih Jannah Allah subhanahu wata’ala berfirman, كُلُّ نَفۡسٖ ذَآئِقَةُ ٱلۡمَوۡتِۗ … “Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati…” QS. Ali Imran 185 Dan firman-Nya قُلۡ إِنَّ ٱلۡمَوۡتَ ٱلَّذِي تَفِرُّونَ مِنۡهُ فَإِنَّهُۥ مُلَٰقِيكُمۡۖ… “Katakanlah Muhammad sesungguhnya kematian yang kalian selalu lari darinya, pasti akan menghampiri dirimu…” QS. Al-Jumu’ah 8 Dan firman-Nya وَجَآءَتۡ سَكۡرَةُ ٱلۡمَوۡتِ بِٱلۡحَقِّۖ… “Dan datanglah sakaratul maut yang sebenar-benarnya…” QS. Qaaf 19 Syumaith bin Ajlan berkata “Barang siapa menjadikan maut senantiasa ada di hadapan kedua matanya, dia tidak akan peduli dengan kesempitan dunia atau keluasannya.” Mukhtashar Minhajul Qasidin, 483 Bagi orang yang beriman, bukanlah kematian yang ia takuti, melainkan apa yang akan terjadi setelahnya yang mereka khawatirkan. Sebagaimana hal itu diakui sendiri oleh seorang sahabat Nabi yang mulia yaitu Abdullah bin Rawahah. Ketika itu beliau dipilih untuk memimpin satuan pasukan di samping dua sahabat lainnya, yakni Zaid bin Haritsah dan Ja’far bin Abi Thalib untuk bergerak ke Mu’tah. Ketika rombongan pasukan hendak berangkat, terlebih dulu kaum muslimin berpamitan dengan mereka satu persatu. Ketika mereka menyalami Abdullah bin Rawahah, mereka melihatnya menangis keras. Lalu ditanyakan kepadanya, “Kenapa engkau menangis wahai Ibnu Rawahah?” Ia menjawab, “Aku menangis bukan karena khawatir kehilangan dunia, atau khawatir terhadap kematian. Melainkan yang aku takuti adalah firman Allah وَإِن مِّنكُمۡ إِلَّا وَارِدُهَاۚ كَانَ عَلَىٰ رَبِّكَ حَتۡمٗا مَّقۡضِيّٗا “Dan tidak ada seorang pun di antara kamu yang tidak mendatanginya neraka. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu ketetapan yang sudah ditetapkan.” QS. Maryam 71 Jamaah shalat Jumat rahimakumullah Demikian halnya kita semua, jamaah sekalian. Bukan kematian yang kita takuti, sebab kematian adalah sebuah kepastian yang akan kita alami. Namun yang kita takutkan apa yang terjadi setelah kematian. Sehingga Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memberi nasehat akan pentingnya membekali diri untuk menghadapi hari setelah kematian ketika ada seorang sahabat yang bertanya kepada beliau. “Wahai Rasulullah, siapakah orang beriman yang cerdas itu?” Beliau menjawab, أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا، وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا “Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling bagus persiapannya setelah kematian.” HR. Ibnu Majah No. 4259 3 Peristiwa Mendebarkan Setelah Kematian Jamaah shalat Jumat rahimakumullah Ada tiga tempat tinggal setelah kematian yang mendebarkan bagi kita semua. Ya, mendebarkan. Karena itu menentukan selamat atau tidaknya kita. Siapa yang bisa melewatinya dengan baik, maka besar kemungkinan ia berakhir dengan Bahagia. Namun jika ia melewatinya dengan berat maka besar kemungkinan berakhir dengan celaka. Pertama Alam Kubur Alam kubur adalah persinggahan pertama yang pasti akan dilalui manusia setelah kematian. Ia begitu mendebarkan karena kita tidak mengetahui apakah di sana kita termasuk yang mendapatkan nikmat atau siksa. Setiap kali sahabat Utsman bin Affan radhiyallahu anhu melewati kuburan, beliau menangis dengan keras seraya berkata, aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Materi Khutbah Jumat Abu Darda’, Teladan dalam Kebijaksanaan “Alam kubur adalah awal perjalanan akhirat, barang siapa yang berhasil di alam kubur, maka setelahnya lebih mudah. Barang siapa yang tidak berhasil, maka setelahnya lebih berat.” Utsman kemudian berkata, “Aku tidak pernah memandang sesuatu yang lebih mengerikan daripada kuburan.” HR. At-Tirmidzi. Dihasankan oleh Ibnu Hajar dalam Futuhat Rabbaniyah, 4/192 Hakikat alam kubur adalah sebagaimana disebutkan dalam banyak ayat al-Quran, salah satunya berikut ini, وَحَاقَ بِـَٔالِ فِرۡعَوۡنَ سُوٓءُ ٱلۡعَذَابِ ٤٥ ٱلنَّارُ يُعۡرَضُونَ عَلَيۡهَا غُدُوّٗا وَعَشِيّٗاۚ وَيَوۡمَ تَقُومُ ٱلسَّاعَةُ أَدۡخِلُوٓاْ ءَالَ فِرۡعَوۡنَ أَشَدَّ ٱلۡعَذَابِ “Dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya kiamat. dikatakan kepada Malaikat Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.” QS. Ghafir 45-46 Ibnu Katsir menjelaskan, peristiwa di atas terjadi adalah saat di alam kubur. Hakikat alam kubur juga disebutkan dalam banyak hadits, salah satunya berikut ini, إِذَا أُقْعِدَ المُؤْمِنُ فِي قَبْرِهِ أُتِيَ، ثُمَّ شَهِدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، فَذَلِكَ قَوْلُهُ {يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالقَوْلِ الثَّابِتِ} [إبراهيم 27] “Jika seorang mukmin telah didudukkan di dalam kuburnya, ia kemudian didatangi dua malaikat lalu bertanya kepadanya, maka dia akan menjawab dengan mengucapkan, Laa Ilaaha Illallah wa anna Muhammad Rasulullah shallallahu alaihi wasallam’. Itulah yang dimaksud qauluts tsabit ucapan yang teguh dalam firman-Nya, Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan qauluts tsabit’.” QS. Ibrahim 27. HR. Al-Bukhari Sedangkan hakikat adanya siksa dan nikmat surga dapat kita jumpai gambarannya dalam sebuah riwayat bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah melewati sebagian pekuburan di kota Madinah atau Makkah. Lalu beliau mendengar suara dua orang manusia yang sedang diazab di kuburnya. Beliau bersabda, يُعَذَّبَانِ، وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ ثُمَّ قَالَ بَلَى، كَانَ أَحَدُهُمَا لَا يَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ، وَكَانَ الآخَرُ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ “Keduanya sedang diazab. Tidaklah keduanya diazab karena dosa besar menurut ahli kubur. Lalu Nabi bersabda Padahal itu merupakan dosa besar. Salah satu di antara keduanya diazab karena tidak bersuci setelah kencing dan yang satunya selalu melakukan namimah adu domba.” HR. Al-Bukhari dan Muslim Kedua Hisab Perhitungan Amal Hisab artinya adalah perhitungan. Apakah yang dihitung? Tentunya adalah amal perbuatan hamba. Perhitungan amal perbuatan hamba saat di dunia yang akan terjadi setelah kematian nanti. Hisab akhirat adalah peristiwa mendebarkan karena kita tidak tahu apakah termasuk yang dihisab dengan susah atau mudah. Jika mudah, maka ia akan selamat, wal hamdulillah. Akan tetapi jika susah, maka akan celaka, wal iyyadzu billah. Hakikat hisab amal adalah sebagaimana disebutkan dalam banyak ayat al-Quran, salah satunya adalah إِنَّ إِلَيۡنَآ إِيَابَهُمۡ . ثُمَّ إِنَّ عَلَيۡنَا حِسَابَهُم “Sungguh, kepada Kami-lah mereka kembali. Kemudian sesungguhnya kewajiban Kami-lah membuat perhitungan atas mereka.” QS. Al-Ghasyiyah 25-26 Materi Khutbah Jumat Karena Bertobat Jadi Kuat Memikul Derita Berat Hakikat hisab amal juga disebutkan dalam banyak hadits. Salah satunya adalah hadits yang menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sering berdoa di dalam shalat dengan mengucapkan, اللَّهُمَّ حَاسِبْنِي حِسَابًا يَسِيرًا “Ya Allah, hisablah diriku dengan hisab yang mudah.” HR. Hakim dalam Al-Mustadrak Ala Shahihain, 1/255 Di persinggahan setelah kematian ini manusia terbagi menjadi tiga golongan. Pertama, mereka yang lolos dari hisab, Kedua, mereka yang dihisab dengan ringan, Ketiga, mereka yang dihisab dengan berat. Keselamatan bagi golongan pertama dan kedua, dan kecelakaan bagi golongan ketiga. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, مَنْ حُوسِبَ عُذِّبَ “Barang siapa dihisab pasti ia akan diazab.” Ibunda Aisyah protes seraya bertanya, أَوَلَيْسَ يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى {فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا [الانشقاق 8] “Bukankah Allah telah berfirman, Maka ia akan dihisab dengan hisab yang mudah.’” QS. Al-Insyiqaq 8 Maka Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab, إِنَّمَا ذَلِكِ العَرْضُ، وَلَكِنْ مَنْ نُوقِشَ الحِسَابَ يَهْلِكْ “Itu namanya adalah Al-Aradh penampakan amal. Sedangkan barang siapa yang didebat dalam hisabnya berat, maka dialah yang disiksa.” HR. Al-Bukhari dan Muslim Ketiga Mizan Penimbangan Amal Mizan artinya adalah timbangan. Apakah yang ditimbang? Tentunya adalah amal perbuatan hamba saat di dunia. Yaumul mizan atau hari penimbangan amal yang akan terjadi setelah kematian ini begitu mendebarkan karena kita tidak tahu apakah termasuk yang timbangan amal salehnya lebih berat atau lebih ringan. Jika amal salehnya lebih berat, maka ia akan selamat, wal hamdulillah. Akan tetapi jika dosanya yang lebih berat, maka ia akan celaka, wal iyyadzu billah. Hakikat timbangan amal juga disebutkan dalam banyak ayat al-Quran, di antaranya sebagai berikut, وَنَضَعُ ٱلۡمَوَٰزِينَ ٱلۡقِسۡطَ لِيَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِ فَلَا تُظۡلَمُ نَفۡسٞ شَيۡـٔٗاۖ “Dan Kami akan menegakkan mizan timbangan amal pada hari kiamat dengan akurat sehingga tiadalah dirugikan seorang hamba sedikit pun…” QS. Al-Anbiya’ 47 Dan firman-Nya, فَأَمَّا مَن ثَقُلَتۡ مَوَٰزِينُهُۥ. فَهُوَ فِي عِيشَةٖ رَّاضِيَةٖ. وَأَمَّا مَنۡ خَفَّتۡ مَوَٰزِينُهُۥ. فَأُمُّهُۥ هَاوِيَةٌ. وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا هِيَهۡ. نَارٌ حَامِيَةُۢ. “Dan adapun orang-orang yang berat timbangan kebaikan-nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan kebaikan-nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Tahukah kamu apa itu neraka Hawiyah? yaitu api yang sangan panas.” Hakikat timbangan amal juga disebutkan dalam banyak hadits, salah satunya sebagai berikut, كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ، ثَقِيلَتَانِ فِي المِيزَانِ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ، سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ العَظِيمِ “Dua kalimat yang ringan diucapkan oleh lisan, namun berat pahalanya di mizan, dicintai oleh Allah; Maha suci Allah segala puji bagi-Nya, dan Maha suci Allah yang Maha Agung.” HR. Al-Bukhari dan Muslim Jamaah shalat Jumat rahimakumullah Demikian materi khutbah Jumat tentang peristiwa mendebarkan setelah kematian yang dapat kami sampaikan pada kesempatan kali ini, semoga Allah Ta’ala membimbing kita untuk senantiasa menjadi hamba-Nya yang banyak melakukan amal saleh sebagai persiapan menghadapi hari setelah kematian. Amin أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ. KHUTBAH KEDUA أَحْمَدُ رَبِّي وَأَشْكُرُهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُلُوبِنَا، وَأَزْوَاجِنَا، وَذُرِّيَّاتِنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ، وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعَمِكَ مُثْنِيْنَ بِهَا عَلَيْكَ، قَابِلِينَ لَهَا، وَأَتِمِمْهَا عَلَيْنَا رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى، والتُّقَى، والعَفَافَ، والغِنَى رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ Download PDF Materi Khutbah Jumat Peristiwa Mendebarkan Setelah Kematian di sini DOWNLOAD PDF Semoga bermanfaat!
Khotbah Kristen ibadah syukur 40 hari kematian adalah khotbah atau ceramah yang diberikan dalam ibadah syukur 40 hari kematian seseorang yang telah meninggal khotbah ini, biasanya akan dibahas mengenai arti dari kematian dan kehidupan setelah kematian dalam pandangan agama Kristen, serta diberikan pesan-pesan yang menguatkan iman dan memberikan penghiburan bagi keluarga yang ini juga dapat mengenang kenangan indah yang ditinggalkan oleh orang yang telah meninggal, serta memotivasi jemaat untuk hidup dengan lebih bermakna dan memberikan pengaruh positif bagi orang Kristen ibadah syukur 40 hari kematian bertujuan untuk memberikan penghiburan dan menguatkan iman bagi keluarga dan kerabat yang ditinggalkan, serta mengingatkan jemaat akan pentingnya menghargai hidup dan menjalani hidup dengan penuh kesabaran dan keberanian, karena hidup di dunia ini adalah sementara dan kita semua akan menghadap Tuhan suatu saat adalah khotbah ibadah syukur 40 hari kematian agama kristenBacaan Alkitab"Aku adalah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia mati, dan barangsiapa hidup dan percaya kepada-Ku, ia tidak akan mati selama-lamanya." Yohanes 1125-26Saudara-saudara yang dikasihi Yesus Kristus, hari ini kita mengenang hidup seseorang yang telah meninggalkan kita [Nama yang meninggal], namun kita tidak meratapi kepergiannya dengan kesedihan yang mendalam. Sebaliknya, kita bersyukur atas hidup yang telah diberikan oleh Tuhan dan atas kenangan yang ia tinggalkan dalam kehidupan kita. Sebagai orang Kristen, kita percaya bahwa kematian bukanlah akhir dari hidup, melainkan awal dari kehidupan yang baru di hadapan kita mengenang hidup seseorang, kita juga mengingatkan diri kita bahwa hidup kita di dunia ini adalah sementara, dan bahwa kita semua akan menghadap Tuhan suatu saat bacaan Alkitab hari ini, kita telah mendengar firman Tuhan yang menjanjikan hidup yang abadi bagi mereka yang percaya dan hidup dalam iman kepada-Nya. Kita yakin bahwa seseorang yang meninggal dunia dan telah menerima keselamatan melalui Yesus Kristus akan hidup selama-lamanya di hadapan meskipun kita yakin akan hidup yang abadi di hadapan Tuhan, kita tetap harus mengenang hidup seseorang yang telah meninggalkan kita. Kita harus mengenang kenangan indah yang ia tinggalkan dalam kehidupan kita dan bersyukur atas hidup yang telah diberikan oleh yang dikasihi Yesus Kristus, marilah kita bersyukur atas hidup yang telah diberikan oleh Tuhan dan mengenang kenangan indah yang ia tinggalkan oleh [Nama yang meninggal] dalam kehidupan kita. Marilah kita memohon pengampunan dan keberkahan dari Tuhan, serta percaya bahwa seseorang yang meninggal dunia dan telah menerima keselamatan melalui Yesus Kristus akan hidup selama-lamanya di hadapan Tuhan. hari ini kami berkumpul di hadapan-Mu untuk mengenang hidup seseorang yang telah berpulang ke hadirat-Mu [Nama yang meninggal]. Kami bersyukur atas hidup yang telah diberikan oleh-Mu dan atas kenangan yang ia tinggalkan dalam kehidupan percaya bahwa seseorang yang meninggal dunia dan telah menerima keselamatan melalui Yesus Kristus akan hidup selama-lamanya di hadapan-Mu. Kami memohon agar [Nama yang meninggal] yang telah berpulang dapat beristirahat dengan damai di dalam hadirat-Mu, dan mendapatkan tempat yang layak di kami tahu bahwa hidup kami di dunia ini adalah sementara, dan bahwa kami semua akan menghadap-Mu suatu saat nanti. Berikanlah kami kekuatan untuk menjalani hidup kami dengan penuh kesabaran dan keberanian, dan jangan biarkan kami tergoda oleh godaan dunia yang fana nama Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.
Seorang ibu sangat berduka karena kematian anak lelaki satu – satunya. Ia menangis sepanjang waktu meratapi nasibnya. Ia pergi kepada orang tua yang bijak di kampungnya dan berkata ”aku tidak akan pernah bahagia kecuali anakku hidup kembali”. Orang tua bijak itu menasihati si ibu ”pergilah lalu ambillah satu jeruk dari sebuah rumah yang tidak pernah mengalami kekusahan/kedukaan”. Ibu itupun pergi, ia berjalan dari satu tempat ke tempat lain. Memasuki rumah demi rumah. Bahkan ia pergi ke tempat yang jauh dari kampungnya. Ia memasuki setiap rumah dan mendapati bahwa setiap rumah punya kesusahannya sendiri bahkan ada yang mengalami dukacita lebih hebat daripadanya. Akhirnya ibu itu memutuskan untuk kembali kepada sang orang tua bijak. Ajaibnya ia tidak lagi bersedih seperti sebelumnya. Ia memang sangat kehilangan tapi dari perjalanannya itu ia menyadari bahwa tidak seorangpun kebal terhadap kematian dan dukacita. Sama seperti angin taufan yang hebat mengguncang perahu para murid di Danau Galilea, demikian juga kesulitan hidup, dukacita, kegagalan dapat mengguncang hidup kita. Meski demikian pembacaan kita ini menyampaikan 3 hal yang menjadi ungkapan syukur dan sukacita bagi kita Pertama, segala sesuatu terjadi ada dalam rencana Allah. Pada ayat 22, Yesus sendiri yang memilih rute perjalanan untuk berlayar melalui Danau. Rute yang dipilih Yesus, jalan – jalan yang ditunjukann Tuhan bisa saja penuh bahaya dan resiko tetapi dalam bahaya itu Yesus menyatakan kuasaNya dan mengajar para murid agar bertumbuh dalam hal percaya. Itulah sebabnya hari ini kita bersyukur sebab kita mengimani bahwa jalan – jalan Tuhan meskipun terkadang sukar namun penuh damai. Rencana Tuhan meskipun sulit dimengerti namun selalu indah. Kedua, kehadiran Yesus menjamin kelangsungan dan keselamatan hidup para murid. Pada ayat 23 dikatakan bahwa Yesus tertidur ketika taufan menghantam perahu mereka. Para murid yang ketakutan membangunkan Yesus. Para murid merasa mereka pasti binasa. Badai itu membuat iman dan harapan para murid lenyap seketika padahal mereka selalu bersama Yesus dan menyaksikan sendiri bagaimana Yesus menyembuhkan orang sakit dan membangkitkan orang mati. Seringkali badai hidup membuat kita kecewa, mengguncang iman kita. Kita bertanya – tanya kepada Tuhan “mengapa ini terjadi?”. Kita mengira Tuhan tertidur. Sesungguhnya tidak demikian saudaraku. Sikap Yesus yang tertidur dalam perahu adalah cara Tuhan agar para murid belajar mempercayakan diri secara total kepada Tuhan. Dan kita tahu akhir dari kisah yang tidak asing bagi kita. Yesus menghalau badai itu. Saudaraku, Yesus yang sama juga hadir di tengah kehidupan kita dan di tengah kehidupan Keluarga terkasih kita yang bersyukur meskipun berduka. Yesus tetap menyertai selama 40 hari dukacita keluarga bahkan sepanjang kehidupan keluarga dan kita semua. Adakalanya kita merasa Yesus tertidur, tapi percayalah, justru dalam masa – masa itu, Ia mau kita bertumbuh dalam iman dan harap kepadaNya. Ketiga, krisis kehidupan merupakan kesempatan mengenal Yesus dan kasihNya. Setelah badai itu berlalu, Yesus bertanya kepada para murid “Di manakah kepercayaanmu?” Pertanyaan ini bukan sekedar teguran karena pertanyaan ini mengandung pengajaran supaya para murid mengenal Yesus dengan sungguh – sungguh. Mengenal Yesus yang memiliki kuasa menghalau badai sebesar apapun. Hari ini, sesudah 40 hari, kita tetap bersyukur bersama keluarga sebab di dalam krisis dan dukacita keluarga, pertolongan Tuhan semakin besar. KasihNya tetap memelihara keluarga. Bersyukurlah senantiasa kepada Tuhan. Lanjutkanlah perjalanan hidup bersama Tuhan. Perjalanan ini memang tidak mudah, penuh resiko dan bahaya. Ujian bisa datang silih berganti. Hidup ibadat kapal yang terombang – ambing di tengah badai dan membuat kita tidak berdaya. Tapi kita tidak sendirian. Ia hadir bagi kita. Ia Allah yang peduli dan mengerti. Dalam Dia, dukacita kita menjadi ungkapan syukur. Amin. Tuhan memberkati.
khotbah 40 hari setelah kematian